Penelitian ini mengkaji peran potensi kuliner tradisional "Serabi" sebagai materi ajar berbasis budaya dalam pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Data dikumpulkan melalui studi literatur dengan meringkas berbagai sumber ilmiah seperti artikel jurnal, buku, dan publikasi akademik terkait. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal melalui Serabi efektif sebagai strategi pengajaran yang tidak hanya fokus pada aspek linguistik, tetapi juga sebagai instrumen diplomasi budaya. Meskipun terdapat tantangan dalam internasionalisasi bahasa, penggunaan materi kuliner autentik mampu meningkatkan partisipasi, minat, dan motivasi belajar pemelajar asing dengan menghubungkan bahasa pada konteks sosial-budaya yang nyata. Pemelajar menunjukkan pengalaman belajar yang lebih bermakna melalui pengenalan kosakata teknis, prosedur pembuatan, hingga nilai filosofis di balik kuliner tersebut. Studi ini menegaskan pentingnya bahan ajar berbasis budaya sebagai alat strategis untuk mendukung upaya internasionalisasi bahasa Indonesia di kancah global.
Copyrights © 2026