Sitophilus oryzae merupakan hama pascapanen utama yang merusak komoditas gabah yang disimpan, termasuk beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kerentanan dan tingkat kerusakan beberapa beras lokal Sumbagut terhadap serangan Sitophilus oryzae. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman, Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh, mulai bulan Oktober 2024 sampai dengan Januari 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial dengan 15 beras lokal dan 3 kali ulangan, sehingga diperoleh 45 satuan percobaan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan Uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padi lokal Sumbagut memiliki tingkat kerentanan yang berbeda. Beras Siganteng termasuk kategori moderat-rentan, sedangkan beras Anak Daro, Siarang, Kuriak Kusuik, Pulungan, Siregar, Batubara, Santani, Minang Sari, Sokan, Banang Pulau, Sijunjuang, Sigudang, Pulau Batu, dan Trisakti termasuk kategori moderat. Tingkat kerentanan pada beras dapat dipengaruhi oleh banyaknya F1 dan median waktu perkembangan yang singkat. Kerusakan beras dan kehilangan susut berat yang tinggi dapat memengaruhi kerentanan. Beras yang kerusakannya tinggi tergolong rentan terhadap S. oryzae.
Copyrights © 2025