Tanaman cabai (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang rentan terhadap serangan penyakit, khususnya yang disebabkan oleh cendawan patogen. Sistem budidaya monokultur yang umum diterapkan petani turut meningkatkan risiko infeksi penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis penyakit dan patogen penyebabnya serta menganalisis insidensi dan keparahan penyakit pada dua jenis tanah berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan September–November 2024 di Desa Ulee Geudong dan Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman Universitas Malikussaleh. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, pengamatan gejala penyakit, pengambilan sampel, serta identifikasi patogen secara mikroskopis. Parameter yang diamati meliputi insidensi penyakit, keparahan penyakit, tinggi tanaman, dan jumlah cabang. Hasil penelitian menunjukkan dua penyakit utama yaitu antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum sp. dan bercak daun. Insidensi antraknosa tertinggi mencapai 45% pada tanah organosol dan 38,33% pada tanah litosol, sedangkan bercak daun masing-masing 11,66% dan 8,33%. Keparahan penyakit relatif rendah yaitu 12,08% dan 2,91%. Hasil ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan, jenis tanah, serta teknik budidaya berperan dalam menekan perkembangan penyakit pada tanaman cabai.
Copyrights © 2026