Penelitian ini bertujuan menganalisis internalisasi nilai-nilai multikultural melalui kedewasaan kultural mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam membangun sikap toleransi pada masyarakat multikultural. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada mahasiswa PPKn Universitas Negeri Padang. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedewasaan kultural mahasiswa berkembang melalui pengalaman langsung, interaksi sosial lintas budaya, refleksi diri, dan pembelajaran berbasis pengalaman. Proses tersebut membentuk sikap toleransi, empati, keterbukaan, kemampuan komunikasi inklusif, serta tanggung jawab sosial sebagai bagian dari civic disposition danĀ civic responsibility mahasiswa. Faktor-faktor yang memengaruhi internalisasi nilai multikultural meliputi motivasi, kesadaran diri, latar belakang keluarga, kematangan emosional, lingkungan sosial, pengalaman lapangan, peran pendidikan, dan dukungan komunitas. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan multikultural berbasis proyek dan pengalaman sosial efektif memperkuat karakter demokratis, inklusif, dan kemampuan mahasiswa dalam membangun kohesi sosial di tengah masyarakat majemuk.
Copyrights © 2025