Program pengabdian internasional ini bertujuan memperkuat literasi aksara Jawi dan Pego sebagai warisan peradaban Islam-Melayu yang semakin terpinggirkan akibat dominasi huruf Latin. Kegiatan dilaksanakan di Akademi Jawi Malaysia dengan melibatkan mahasiswa dan dosen melalui workshop penulisan, pengenalan naskah klasik, pendampingan membaca teks turāth, serta pelatihan digitalisasi manuskrip. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan keterampilan membaca dan menulis, sekaligus lahirnya kesadaran baru akan identitas budaya dan keagamaan. Temuan ini menegaskan bahwa Jawi dan Pego bukan hanya sistem tulisan, melainkan simbol peradaban Islam yang hidup. Dibandingkan dengan penelitian terdahulu mengenai aksara tradisional, program ini memberi kontribusi baru berupa kolaborasi lintas negara dan integrasi teknologi digital. Implikasinya, pelestarian aksara Jawi dan Pego membutuhkan pendekatan edukatif, partisipatif, serta dukungan kebijakan pendidikan agar tetap relevan di era modern.
Copyrights © 2026