Krisis kesehatan global yang semakin kompleks menuntut sistem kesehatan memiliki kapasitas kesiapsiagaan yang adaptif dan terintegrasi dalam menghadapi berbagai ancaman multi-hazard. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas kesiapsiagaan krisis dalam kebijakan ketahanan sistem kesehatan di Indonesia melalui pendekatan all-hazards. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka terhadap publikasi ilmiah dan dokumen kebijakan periode 2021–2026 yang diperoleh dari Google Scholar, Garuda, dan PubMed. Sebanyak dua belas literatur dianalisis berdasarkan tujuan, metode, dan temuan utama yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Indonesia telah memiliki kerangka regulasi dan kapasitas awal yang cukup baik dalam kesiapsiagaan krisis, namun masih menghadapi berbagai tantangan, seperti lemahnya koordinasi lintas sektor, kesenjangan kapasitas antar daerah, serta keterbatasan sumber daya. Selain itu, faktor kapasitas komunitas, kolaborasi multi pihak, serta kesiapan fasilitas kesehatan menjadi elemen penting dalam memperkuat ketahanan sistem kesehatan. Ancaman multi-hazard, termasuk perubahan iklim, semakin menuntut sistem yang adaptif dan berbasis teknologi dalam pengambilan keputusan. Kesimpulannya, penguatan ketahanan sistem kesehatan di Indonesia memerlukan integrasi kebijakan, peningkatan koordinasi lintas sektor, pemerataan kapasitas daerah, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung kesiapsiagaan krisis yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026