Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aspek Klinis, Psikososial dan Hormonal Sindrom Ovarium pada Remaja : Tinjauan Pustaka Arfan Goni, Pragathafausta; Oktapiani, Dwi Rani; Shaumi, Nazwa Fadya Nur; Fadlilah, Fanny; Noufalwafiq, Muhamad Rama; Ariyanto, Januar
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 4 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i4.22390

Abstract

Sindrom Ovarium Polikistik pada masa remaja khususnya wanita menjadi hal yang krusial dalam kondisi kesehatan. Sindrom Ovarium Polikistik dipengaruhi faktor-faktor tertentu maka dari itu penting untuk dilakukan penelitian agar dapat direncanakan melalui intervensi lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan mensintesis literatur ilmiah terkini mengenai Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS), dengan fokus pada faktor-faktor risiko seperti infertilitas, obesitas, dan gangguan psikologis, serta strategi penanganannya, terutama melalui modifikasi gaya hidup dan intervensi nutrisi. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Penelitian ini menunjukkan bahwa Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) berdampak banyak, tidak hanya dari fisik seperti gangguan menstruasi, infertilitas, dan obesitas tetapi juga pada aspek psikososial seperti depresi, kecemasan. Diskriminasi sosial terhadap infertilitas, kurangnya informasi dari tenaga kesehatan, serta tantangan dalam mengubah gaya hidup yang dapat memperburuk beban emosional penderita. Faktor risiko utama yang berkaitan dengan PCOS juga meliputi pola makan tidak sehat, aktivitas fisik rendah, resistensi insulin, dan tingkat pengetahuan yang rendah. Disimpulkan bahwa pada remaja, Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) adalah gangguan hormonal kompleks yang berdampak pada aspek klinis, hormonal, dan psikososial. Dengan faktor risiko utama seperti infertilitas, obesitas, dan gangguan psikologis yang saling berkaitan, penanganan yang efektif untuk PCOS harus mencakup perubahan gaya hidup, perbaikan pola makan, pendidikan berkelanjutan, dan dukungan psikososial yang memadai sejak usia remaja untuk menindas gangguan dan mengurangi kualitas hidup.
Kajian Literatur: Evaluasi Kapasitas Kesiapsiagaan Krisis Multi-Hazard (All-Hazard) dalam Kebijakan Ketahanan Sistem Kesehatan Indonesia Nurjanah, Amanda; Oktapiani, Dwi Rani; Shaumi, Nazwa Fadya Nur; Wasir, Riswandy
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.1859

Abstract

Krisis kesehatan global yang semakin kompleks menuntut sistem kesehatan memiliki kapasitas kesiapsiagaan yang adaptif dan terintegrasi dalam menghadapi berbagai ancaman multi-hazard. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas kesiapsiagaan krisis dalam kebijakan ketahanan sistem kesehatan di Indonesia melalui pendekatan all-hazards. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka terhadap publikasi ilmiah dan dokumen kebijakan periode 2021–2026 yang diperoleh dari Google Scholar, Garuda, dan PubMed. Sebanyak dua belas literatur dianalisis berdasarkan tujuan, metode, dan temuan utama yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Indonesia telah memiliki kerangka regulasi dan kapasitas awal yang cukup baik dalam kesiapsiagaan krisis, namun masih menghadapi berbagai tantangan, seperti lemahnya koordinasi lintas sektor, kesenjangan kapasitas antar daerah, serta keterbatasan sumber daya. Selain itu, faktor kapasitas komunitas, kolaborasi multi pihak, serta kesiapan fasilitas kesehatan menjadi elemen penting dalam memperkuat ketahanan sistem kesehatan. Ancaman multi-hazard, termasuk perubahan iklim, semakin menuntut sistem yang adaptif dan berbasis teknologi dalam pengambilan keputusan. Kesimpulannya, penguatan ketahanan sistem kesehatan di Indonesia memerlukan integrasi kebijakan, peningkatan koordinasi lintas sektor, pemerataan kapasitas daerah, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung kesiapsiagaan krisis yang lebih efektif dan berkelanjutan.