Pelabuhan Teluk Bayur merupakan pintu gerbang maritim utama di Pantai Barat Sumatera dengan alur pelayaran yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 443 Tahun 2015, yang menetapkan kedalaman minimal 10 meter LWS (Low Water Spring). Kondisi perairan yang dinamis akibat sedimentasi, perubahan pola arus, dan cuaca ekstrem dapat menyebabkan ketidaksesuaian antara parameter teknis regulasi dengan kondisi aktual di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik Data Batimetri Tahun 2015 dan menganalisis korelasi serta kesesuaiannya dengan parameter teknis yang ditetapkan dalam Kepmenhub KP 443 Tahun 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah metode komparatif-analitis dengan teknik overlay analysis menggunakan software CARIS Paper Chart Composer 4.1. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa Lembar Lukis Teliti (LLT) Survei Padang dan Teluk Bungus tahun 2015, Peta Laut Indonesia Nomor 279, Citra Kota Padang 2025, Field Check 2024, dan Kepmenhub KP 443 Tahun 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman perairan di alur pelayaran bervariasi dari 3,2 meter hingga 31 meter LWS. Analisis korelasi mengidentifikasi empat Area Of Interest (AOI) yang mengalami pendangkalan di bawah standar minimal 10 meter LWS dengan total luas ± 410.014,505 m², terdiri dari Area Of Interest 1 (361.889,838 m²), Area Of Interest 2 (44.095,293 m²), Area Of Interest 3 (2.423,042 m²), dan Area Of Interest 4 (1.606,332 m²). Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengerukan pada area yang kurang dari 10 meter LWS dan pemutakhiran regulasi berbasis data hidrografi terkini untuk menjamin keselamatan navigasi.
Copyrights © 2026