. Bahasa merupakan sarana fundamental manusia dalam mengekspresikan gagasan dan membangun peradaban melalui sistem komunikasi yang kompleks. Penelitian ini mengeksplorasi dinamika antara pembelajaran bahasa (language learning) dan pemerolehan bahasa (language acquisition), dengan fokus pada penguasaan bahasa Arab sebagai bahasa kedua. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan, artikel ini mengidentifikasi prinsip metodologis, landasan teoretis, serta perbedaan proses kognitif antarkelompok usia. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa yang efektif harus menekankan penguasaan keterampilan fungsional dengan gradasi materi dari pola sederhana menuju kompleksitas morfologi dan sintaksis, serta memprioritaskan keterampilan reseptif sebelum keterampilan produktif. Pendekatan ini diperkuat oleh teori behaviorisme, kognitivisme, dan konstruktivisme. Terdapat disparitas signifikan antara pemerolehan bahasa anak dan orang dewasa; anak unggul dalam spontanitas dan kecepatan memori, sedangkan orang dewasa lebih kuat dalam kesadaran metakognitif meski menghadapi interferensi bahasa pertama. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan penguasaan bahasa memerlukan sinergi antara kesiapan kognitif, kekuatan afektif, dan kualitas lingkungan belajar (bi'ah lughawiyah), serta transformasi kurikulum yang fleksibel, kontekstual, dan berbasis teknologi.
Copyrights © 2026