Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Menggali Akar Pendidikan : Memahami Perenialisme Dan Esensialisme Dalam Filsafat Pendidikan Dewi Khalwatus Salwa; Fiqrotul Azizah; Salwa Zahrah Safiyah; M. Yunus Abu Bakar
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 5 No. 3 (2025): November : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v5i3.9067

Abstract

Education in the era of globalization faces rapid social, cultural, and technological changes. Labor-market demands and scientific development encourage schools to adjust their curricula to emphasize short-term practical skills. As a result, philosophical, moral, and character-building dimensions are often neglected. In the tradition of educational philosophy, perennialism and essentialism offer frameworks for restoring education to its fundamental goals. Perennialism emphasizes universal values, rationality, and great works as foundations for intellectual and moral formation. Essentialism focuses on core knowledge, academic discipline, and social responsibility as the basis for shaping effective individuals. Exploring these two schools is important for balancing modern demands with fundamental values. Education grounded in strong philosophical principles can foster academic competence, social skills, moral integrity, and cultural awareness. Therefore, a deep understanding of perennialism and essentialism is relevant for building an educational system that is resilient and meaningful. These traditions also guide institutions in designing curricula that not only meet economic needs but also shape whole human beings. By balancing modern skill demands with enduring values, education becomes a medium capable of preserving cultural identity, nurturing critical thinking, and preparing learners to face global dynamics wisely. This makes education a strategic force in building a strong and sustainable civilization.
Menggali Akar Pendidikan : Memahami Perenialisme Dan Esensialisme Dalam Filsafat Pendidikan Dewi Khalwatus Salwa; Fiqrotul Azizah; Salwa Zahrah Safiyah; M. Yunus Abu Bakar
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 5 No. 3 (2025): November : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v5i3.9067

Abstract

Education in the era of globalization faces rapid social, cultural, and technological changes. Labor-market demands and scientific development encourage schools to adjust their curricula to emphasize short-term practical skills. As a result, philosophical, moral, and character-building dimensions are often neglected. In the tradition of educational philosophy, perennialism and essentialism offer frameworks for restoring education to its fundamental goals. Perennialism emphasizes universal values, rationality, and great works as foundations for intellectual and moral formation. Essentialism focuses on core knowledge, academic discipline, and social responsibility as the basis for shaping effective individuals. Exploring these two schools is important for balancing modern demands with fundamental values. Education grounded in strong philosophical principles can foster academic competence, social skills, moral integrity, and cultural awareness. Therefore, a deep understanding of perennialism and essentialism is relevant for building an educational system that is resilient and meaningful. These traditions also guide institutions in designing curricula that not only meet economic needs but also shape whole human beings. By balancing modern skill demands with enduring values, education becomes a medium capable of preserving cultural identity, nurturing critical thinking, and preparing learners to face global dynamics wisely. This makes education a strategic force in building a strong and sustainable civilization.
DINAMIKA KOGNITIF DALAM PEMEROLEHAN DAN PEMBELAJARAN BAHASA ARAB SEBAGAI BAHASA KEDUA: TINKAUAN PSIKOLINGUISTIK DAN IMPLIKASI PEDAGOGIS Dani Eka Satria; Salwa Zahrah Safiyah; Ayu ardila; M. Yunus Abu Bakar
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 3 (2026): JUNI
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i3.2343

Abstract

. Bahasa merupakan sarana fundamental manusia dalam mengekspresikan gagasan dan membangun peradaban melalui sistem komunikasi yang kompleks. Penelitian ini mengeksplorasi dinamika antara pembelajaran bahasa (language learning) dan pemerolehan bahasa (language acquisition), dengan fokus pada penguasaan bahasa Arab sebagai bahasa kedua. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan, artikel ini mengidentifikasi prinsip metodologis, landasan teoretis, serta perbedaan proses kognitif antarkelompok usia. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa yang efektif harus menekankan penguasaan keterampilan fungsional dengan gradasi materi dari pola sederhana menuju kompleksitas morfologi dan sintaksis, serta memprioritaskan keterampilan reseptif sebelum keterampilan produktif. Pendekatan ini diperkuat oleh teori behaviorisme, kognitivisme, dan konstruktivisme. Terdapat disparitas signifikan antara pemerolehan bahasa anak dan orang dewasa; anak unggul dalam spontanitas dan kecepatan memori, sedangkan orang dewasa lebih kuat dalam kesadaran metakognitif meski menghadapi interferensi bahasa pertama. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan penguasaan bahasa memerlukan sinergi antara kesiapan kognitif, kekuatan afektif, dan kualitas lingkungan belajar (bi'ah lughawiyah), serta transformasi kurikulum yang fleksibel, kontekstual, dan berbasis teknologi.