Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dakwah dijalankan di kalangan generasi Z dan seberapa efektif metode dakwah tersebut dalam membentuk pemahaman dan sikap keagamaan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei kuisioner yang diberikan kepada 55% orang generasi Z berusia 15 hingga 24 tahun di area perkotaan khususnya di kota Palembang. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan kuesioner tertutup dan menganalisisnya dengan teknik statistik deskriptif serta korelasi sederhana. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dakwah di kalangan Gen Z cukup efektif, terutama melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube yang dinilai lebih menarik dan sesuai dengan gaya hidup mereka. Meski demikian, sebagian responden masih merasa konten dakwah kurang dalam dan terkesan hanya hiburan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa dakwah di masa digital perlu menggabungkan pendekatan yang kreatif dan edukatif agar pesan keagamaan bisa diterima secara lebih baik oleh generasi Z.
Copyrights © 2026