Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah utama di Kafe Nakoa Bondowoso dan menyusun rekomendasi peningkatan kualitas. Penelitian dilakukan dengan mengintegrasikan Analisis Sentimen Berbasis Aspek (ABSA) dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Di tengah pesatnya persaingan industri kafe di Malang, pengelola seringkali kesulitan memantau ulasan pelanggan secara efektif. Penelitian ini memanfaatkan data ulasan Google Maps periode Juni 2021 hingga Juni 2025 yang diproses menggunakan model Indonesian RoBERTa Base Sentiment Classifier untuk klasifikasi sentimen dan Indonesian RoBERTa Base POSP Tagger untuk ekstraksi aspek. Proses yang dilakukan mencakup pelabelan manual oleh anotator sebagai ground truth, pengujian performa baseline, optimasi model melalui hyperparameter tuning, serta pelabelan aspek. Model analisis sentimen mencapai tingkat akurasi sebesar 83,6%. Hasil klasifikasi terhadap 3.116 ulasan menunjukkan dominasi sentimen positif, namun hanya 586 ulasan negatif yang diteruskan untuk ekstraksi aspek, sehingga menghasilkan aspek produk (160 kemunculan), fasilitas (132 kemunculan), dan pelayanan (88 kemunculan). Temuan label aspek sentimen negatif tersebut kemudian diolah menggunakan metode FMEA untuk menilai risiko operasional. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 40 terdapat pada proses pemesanan dengan mode kegagalan "pesanan yang salah", diikuti oleh interaksi staf dan kualitas bahan baku dengan skor yang sama, yaitu 36. Berdasarkan analisis tersebut, direkomendasikan standardisasi prosedur pemesanan, pelatihan konfirmasi pesanan bagi staf, serta audit pemasok secara berkala. Integrasi ABSA dan FMEA ini terbukti mampu mentransformasi ulasan digital menjadi rekomendasi manajerial yang terukur dan aplikatif bagi pengelola kafe dalam memitigasi risiko operasional serta meningkatkan loyalitas pelanggan.
Copyrights © 2026