Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan DAS Brantas Melaui Kegiatan Program Doktor Mengabdi Sugiarto; Ibnu; Dian Sisinggih; Bayu Rahayudi; Anggraeni Dwi K.
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan lahan secara berlebihan menyebabkan penurunan daya dukung daerah aliran sungai (DAS). Kerusakan tersebut ditandai dengan banyaknya alih fungsi lahan, yang memicu erosi, kerusakan lahan, sedimentasi dan pendangkalan sepanjang sungai dan badan bendungan, penurunan muka air tanah, berkurangnya cadangan dan sumber air bersih dan berkurangnya resapan air akibat lahan pertanian berubah menjadi pemukiman. DAS merupakan wilayah daratan yang menjadi satu kesatuan dengan sungai. Kerusakan DAS juga dipicu oleh pembuangan sampah ke sungai dan berbagai bentuk pencemaran air sungai oleh limbah rumah tangga maupun industri. Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi dan pembukaan lahan baru di kawasan hulu sungai serta pembukaan lahan untuk kawasan perumahan di kawasan hilir menyebabkan kondisi DAS Brantas saat ini semakin mengkawatirkan, sementara upaya pemulihan belum mampu mengimbangi laju kerusakan yang terjadi. Upaya konservasi di bagian hilir DAS Brantas harus direncanakan secara cermat dan terstruktur dengan didukung komitmen yang kuat dari masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat Doktor Mengabdi di Desa Sengguruh telah dilakukan edukasi terhadap masyarakat dan lembaga pengelola sampah tentang teknik, strategi dan potensi penanganan sampah rumah tangga yang baik, teknik pengelolaan sampah basah dan kering, menciptakan pojok kampung sehat tanpa sampah, menyiapkan draft perdes tentang pengelolaan sampah dan lingkungan serta melakukan penghijauan di lahan-lahan terbuka dengan gerakan menanam pohon buah yang tahan erosi. Diharapkan dalam tiga atau empat tahun ke depan tanaman buah tersebut dapat menahan erosi dan banjir sekaligus potensial menjadi destinasi wisata baru. Melalui edukasi pengelolaan sampah, lingkungan sehat dan budaya menanam pohon di lahan terbuka diharapkan mampu meminimalkan sampah yang dibuang ke sungai, meminimalkan erosi dan sedimentasi.
Inovasi dan Daya Saing UMKM di Era New Normal: dari Triple Helix Model ke Quadruple Helix Model Umu Khouroh; Christina Sri Ratnaningsih; Bayu Rahayudi
Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan Vol 9, No 2 (2021): December 2021
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jmdk.v9i2.6718

Abstract

The role of MSMEs in the economic development of a country has important implications for increasing income, reducing unemployment, alleviating poverty and economic growth. The Covid-19 pandemic has had a negative impact and threatened the survival of MSMEs. This study aims to analyze the dynamics of the triple helix model by examining the role of each helix: universities, companies, and governments to help MSMEs rise from adversity. This study identifies behavioral profiles in terms of the performance of the triple helix model from the perspective of MSMEs and recognizes key factors for innovation success and competitiveness. The survey involved 134 MSMEs. The analysis method uses SEM-PLS with WarpPLS07. The results of the study indicate that there is a positive influence between the synergy of the government and academia in increasing the innovation and competitiveness of MSMEs. Innovation is able to become a mediator for the synergy of the government and academia in increasing the competitiveness of MSMEs. MSMEs need to be more active and proactive, the role of the government and academics still needs to be improved and coupled with the optimal role of other helixes, especially the community as a strategy to survive and thrive in the Covid-19 pandemic situation.
Optimasi Business Process Improvement Berbantuan Metode FLASH dengan Integrasi API Trello Hilmi Aziz Bukhori Bukhori; Bayu Rahayudi; Widhy Hayuhardhika Nugraha Putra
Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 5 No 2 (2021): April 2021
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.91 KB) | DOI: 10.29207/resti.v5i2.2824

Abstract

The emergence of the COVID-19 case has a major impact on all sectors. At this critical time, customer satisfaction can be done by optimizing the use of resources by implementing BPI. The BPI method will conduct a review regarding the resources owned and will be adjusted to the current conditions. BPI is closely related to changes in project management. One of the optimal methods used in project management is FLASH, where the project duration will be in the form of a more flexible time interval. In this research, the system also uses Trello as a project management application. The purpose of this research is to design a scheme for calculating the duration of the project, as well as mapping project management from the data tasks that are owned using the FLASH method. System testing on the fuzzy system algorithm is implemented on the AOA network. Based on the calculation on the test object carried out, the probability of completing the project on time is 76%. This amount is obtained from the average delay factor for each task. With these values, scheduling using the FLASH method obtained the fastest duration is 19 days and the latest is 30 days.
Optimalisasi Triple Helix Dalam Meningkatkan Inovasi dan Daya Saing UMKM di Era New Normal Umu Khouroh; Christina Sri Ratnaningsih; Bayu Rahayudi
PROSEDING 2021: PROSIDING FAKULTAS EKONOMI
Publisher : PROSIDING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.055 KB)

Abstract

Peran UMKM dalam pembangunan ekonomi suatu negara membawa implikasi penting bagi peningkatan pendapatan, pengurangan pengangguran, pengentasan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi. Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak buruk dan mengancam kelangsungan hidup UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika model triple helix dengan mengkaji peran masing-masing helix: universitas, perusahaan, dan pemerintah untuk membantu UMKM bangkit dari keterpurukan. Penelitian ini mengidentifikasi profil perilaku dalam hal kinerja model triple helix dari perspektif UMKM dan mengenali faktor kunci bagai kesuksesan inovasi dan daya saing. Survei yang dilakukan melibatkan 134 UMKM. Metode analisis menggunakan SEM-PLS dengan WarpPLS07. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif antara sinergi pemerintah dan akademisi dalam meningkatkan inovasi dan daya saing UMKM. Inovasi mampu menjadi mediator bagi sinergi pemerintah dan akademisi dalam meningkatkan daya saing UMKM. UMKM perlu bersikap lebih aktif dan proaktif, peran pemerintah dan akademisi masih perlu ditingkatkan serta dibarengi peran optimal helix lainnya terutama komunitas dan media sebagai salah satu strategi untuk bertahan dan berkembang dalam situasi pandemic Covid-19. Kata Kunci: Triple Helix, Inovasi, Daya Saing
Perbandingan Kinerja YOLO11 dan YOLO11-Pear dalam Mendeteksi Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Varel Antoni, Muhammad; Tibyani; Bayu Rahayudi
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 10 No 01 (2026): Januari 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelapa sawit merupakan komoditas strategis Indonesia yang kualitas produksinya sangat bergantung pada ketepatan waktu panen, namun metode penilaian manual saat ini masih subjektif dan rentan kesalahan. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja model YOLO11 standar dengan varian modifikasi YOLO11-Pear yang mengintegrasikan C2PSS Attention Module, DySample, dan lapisan deteksi 160×160 untuk mengatasi tantangan oklusi serta variasi ukuran buah. Berdasarkan pengujian pada epoch ke-200 menggunakan dataset citra lima kelas kematangan, model YOLO11-Pear mencapai kinerja optimal dengan Precision 0.9631, Recall 0.9635, dan mAP50 0.9876. Meskipun peningkatan metrik mAP50-95 tergolong marginal sebesar 0,22% dibandingkan model standar, secara kualitatif YOLO11-Pear menunjukkan stabilitas deteksi yang lebih tinggi, confidence score yang lebih baik, serta kemampuan meminimalkan kesalahan deteksi pada objek yang tertutup sebagian, sehingga terbukti lebih andal untuk diterapkan di lingkungan perkebunan yang kompleks.
Integrasi Analisis Sentimen Berbasis Aspek Menggunakan Indonesian RoBERTa dan FMEA dalam Strategi Peningkatan Layanan pada Bisnis Kafe Modern Maheswari, Puteri Ananditya; Bayu Rahayudi; Dian Eka Ratnawati
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 10 No 5 (2026): Mei 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah utama di Kafe Nakoa Bondowoso dan menyusun rekomendasi peningkatan kualitas. Penelitian dilakukan dengan mengintegrasikan Analisis Sentimen Berbasis Aspek (ABSA) dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Di tengah pesatnya persaingan industri kafe di Malang, pengelola seringkali kesulitan memantau ulasan pelanggan secara efektif. Penelitian ini memanfaatkan data ulasan Google Maps periode Juni 2021 hingga Juni 2025 yang diproses menggunakan model Indonesian RoBERTa Base Sentiment Classifier untuk klasifikasi sentimen dan Indonesian RoBERTa Base POSP Tagger untuk ekstraksi aspek. Proses yang dilakukan mencakup pelabelan manual oleh anotator sebagai ground truth, pengujian performa baseline, optimasi model melalui hyperparameter tuning, serta pelabelan aspek. Model analisis sentimen mencapai tingkat akurasi sebesar 83,6%. Hasil klasifikasi terhadap 3.116 ulasan menunjukkan dominasi sentimen positif, namun hanya 586 ulasan negatif yang diteruskan untuk ekstraksi aspek, sehingga menghasilkan aspek produk (160 kemunculan), fasilitas (132 kemunculan), dan pelayanan (88 kemunculan). Temuan label aspek sentimen negatif tersebut kemudian diolah menggunakan metode FMEA untuk menilai risiko operasional. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 40 terdapat pada proses pemesanan dengan mode kegagalan "pesanan yang salah", diikuti oleh interaksi staf dan kualitas bahan baku dengan skor yang sama, yaitu 36. Berdasarkan analisis tersebut, direkomendasikan standardisasi prosedur pemesanan, pelatihan konfirmasi pesanan bagi staf, serta audit pemasok secara berkala. Integrasi ABSA dan FMEA ini terbukti mampu mentransformasi ulasan digital menjadi rekomendasi manajerial yang terukur dan aplikatif bagi pengelola kafe dalam memitigasi risiko operasional serta meningkatkan loyalitas pelanggan.