Kepercayaan diri merupakan bagian penting dalam pertumbuhan akademik dan sosial siswa SD, terutama dalam belajar Bahasa Indonesia. Meskipun demikian , banyak siswa masih merasa ragu untuk berpartisipasi aktif, memberikan pendapat, dan berkomunikasi secara efektif di kelas. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa model pembelajaran kolaboratif mampu meningkatkan partisipasi , interaksi sosial , motivasi, serta keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat. Kajian ini mengulas berbagai model kolaboratif, seperti Inside Outside Circle (IOC), Team Games Tournament (TGT), Problem Based Learning (PBL) dengan media interaktif, dan pendekatan sosiokultural, serta dampaknya terhadap peningkatan kepercayaan diri siswa . Hasil menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kolaboratif secara terus menerus membantu membangun keberanian, kepercayaan diri, dan kemampuan berkomunikasi siswa . Keunikan penelitian ini terletak pada penerapan berbagai model kolaboratif dari berbagai pendekatan yang sebelumnya umumnya hanya diteliti secara terpisah. Temuan ini pentingnya menerapkan pembelajaran kolaboratif dalam konteks kelas 5 SD untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa serta kemampuan berinteraksi dan berpartisipasi aktif dalam proses belajar.
Copyrights © 2026