Penelitian ini menganalisis kecemasan belajar bahasa Mandarin serta dukungan scaffolding pada mahasiswa multibahasa di Sekolah Tinggi Bahasa Harapan Bersama Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan instrumen kuesioner FLCAS dan analisis statistik SPSS terhadap 42 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan mahasiswa berada pada kategori sedang hingga tinggi, sedangkan persepsi terhadap scaffolding tergolong cukup positif. Namun, analisis korelasi Pearson menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara scaffolding dan kecemasan belajar (r = 0.072, p > 0.05). Temuan ini mengindikasikan bahwa kecemasan belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih holistik yang mencakup aspek kognitif dan emosional.
Copyrights © 2026