Beras merupakan komoditas strategis di Indonesia, namun kualitas dan kuantitasnya sering terancam oleh serangan hama gudang, terutama kutu beras (Sitophilus oryzae L.). Serangan hama ini menyebabkan kehilangan bobot, kerusakan fisik, dan penurunan nilai jual beras. Pengendalian konvensional dengan pestisida sintetik berisiko meninggalkan residu berbahaya, sehingga diperlukan alternatif yang lebih aman seperti pestisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan dosis pestisida nabati dari daun nimba, daun mengkudu, daun jeruk nipis, dan daun sirih yang paling efektif dalam mengendalikan S. oryzae pada masa penyimpanan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yang terdiri dari 9 perlakuan dengan 3 kali ulangan: P0 (Kontrol); P1 (Bubuk daun nimba 1,5 gr); P2 (Bubuk daun nimba 3 gr); P3 (Bubuk daun jeruk nipis 1,5 gr); P4 (Bubuk daun jeruk nipis 3 gr); P5 (Bubuk daun mengkudu 1,5 gr); P6 (Bubuk daun mengkudu 3 gr); P7 (Bubuk daun sirih 1,5 gr); P8 (Bubuk daun sirih 3 gr). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P6 (bubuk daun mengkudu 3 gr) memberikan hasil terbaik dengan rata-rata mortalitas tertinggi (93,33%), kecepatan kematian tercepat (2,62 ekor/hari), nilai LT50 terendah (5 hari), susut bobot terendah (0,81%), dan pertambahan populasi terendah (0,66 ekor). Dengan demikian, bubuk daun mengkudu pada dosis 3 gram terbukti paling efektif untuk mengendalikan kutu beras (S. oryzae L.) selama masa penyimpanan.
Copyrights © 2026