Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi pemberdayaan yang dilakukan pekerja sosial dalam membangun kemandirian penyandang disabilitas intelektual di Sentra Nipotowe Palu. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya komunikasi dalam proses rehabilitasi sosial untuk meningkatkan kemampuan adaptasi, kepercayaan diri, dan keterampilan hidup mandiri penyandang disabilitas intelektual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan yang terdiri atas pekerja sosial, pengelola sentra, dan penerima manfaat yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan metode untuk menguji validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemberdayaan dilakukan melalui interaksi interpersonal yang intensif, penggunaan bahasa sederhana dan adaptif, pemberian motivasi berulang, penguatan positif, serta keterlibatan aktif penerima manfaat dalam kegiatan pembinaan. Strategi tersebut mampu meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan interaksi sosial, dan perilaku mandiri penerima manfaat. Hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan daya tangkap, perbedaan karakter individu, kurangnya dukungan keluarga, dan stigma sosial masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi pemberdayaan berperan penting dalam mendukung keberhasilan rehabilitasi sosial penyandang disabilitas intelektual.
Copyrights © 2026