Penelitian ini mengkaji psikoedukasi sebagai strategi pencegahan kekerasan seksual terhadap anak melalui studi kasus di Yayasan Kakak Aman Indonesia. Meningkatnya kasus kekerasan seksual pada anak di Indonesia menunjukkan pentingnya intervensi edukatif yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan serta manfaat program psikoedukasi dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran anak mengenai kekerasan seksual. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan psikoedukasi dilakukan secara interaktif dan partisipatif melalui metode mendongeng, permainan edukatif, simulasi, dan media visual yang sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar. Materi yang diberikan meliputi pengenalan bagian tubuh pribadi, batasan diri, jenis sentuhan aman dan tidak aman, serta keterampilan perlindungan diri. Program ini terbukti mampu meningkatkan pengetahuan, kesadaran, keberanian anak untuk menolak, serta kemampuan dalam mengenali dan merespon situasi berisiko. Selain itu, psikoedukasi juga berkontribusi dalam mengembangkan keterampilan coping anak. Secara keseluruhan, psikoedukasi merupakan strategi preventif yang efektif karena mengintegrasikan aspek kognitif dan keterampilan praktis dalam upaya perlindungan anak.
Copyrights © 2026