Penelitian ini bertujuan untuk membongkar kemapanan struktur logosentrisme orang dewasa dan melacak penyebaran makna (diseminasi) dalam novel Di Tanah Lada karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang umumnya berfokus pada kritik sosial atau representasi kekerasan fisik, penelitian ini membedah bentuk kekerasan linguistik dan manipulasi afeksi menggunakan teori dekonstruksi Jacques Derrida. Melalui metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengidentifikasi kebuntuan logika (aporia) dan penundaan makna (différance) pada penanda-penanda kunci dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, terjadinya diseminasi bahasa di mana otoritas institusi kamus dan identitas "Ayah" mengalami desentralisasi, runtuh, dan gagal mendisiplinkan pikiran subjek anak. Kedua, terungkapnya paradoks afeksi pada penanda "Sayang"; makna kasih sayang yang diidealkan ditunda dan disebarkan menjadi alat manipulasi egois orang tua, sekaligus bertransformasi menjadi beban memori traumatis bagi anak. Kesimpulan dari penelitian ini membuktikan bahwa teks secara aktif meruntuhkan struktur bahasa dan moralitas orang dewasa yang rapuh, memaksa subjek marginal (anak-anak) mencari resolusi afeksinya sendiri melalui utopia kematian di Tanah Lada.
Copyrights © 2026