Kemampuan penting yang harus dibangun adalah literasi sains, yang berhubungan dengan kehidupan nyata, dan bagaimana menggunakannya untuk membuat keputusan. Di sisi lain, murid dianggap memiliki literasi sains yang rendah, termasuk materi pewarisan sifat yang dianggap absrtak dan sulit dipahami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan model PjBL terintegrasi CRT mempengaruhi kemampuan literasi sains murid dalam materi pewarisan sifat. Penelitan ini melibatkan dua kelas, yang pertama adalah kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran berbasis proyek terintegrasi budaya, dan yang kedua adalah kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumend dalam penelitian ini yaitu soal tes literasi sains yang diberikan pada akhir pembelajaran (posttest) dimana disusun berdasarkan indikator literasi sains yang mencakup konsep, proses, sikap, dan konteks. Data dikumpulkan melalui tes literasi sains akhir dan diuji untuk normalitas, homogenitas, dan perbedaan dua kelompok. Untuk melakukan itu, analisis statistik nonparametrik digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol berbeda secara signifikan. Hasil uji analisis Mann Whitney menunjukkan nilai signifikansi 0,001-lebih renda dari 0,005 yang menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Ini menunjukkn bahwa hipotesis penelitian diterima. Hasil dari penerapan model PjBL terintegrasi CRT menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek yang terintegrasi dengan budaya dapat membantu murid lebih memahami dunia sains.
Copyrights © 2026