Ketersediaan catu daya yang andal pada infrastruktur transportasi sangat penting untuk menjaga keselamatan, ketertiban, dan kontinambungan layanan, khususnya pada kondisi darurat ketika pasokan listrik dari jaringan terganggu. Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid portabel berbasis Internet of Things (IoT) sebagai sumber daya darurat untuk infrastruktur transportasi berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan rekayasa sistem yang meliputi studi literatur, perancangan perangkat keras, integrasi sistem monitoring IoT, perakitan prototipe, serta pengujian laboratorium dan lapangan. Sistem yang dikembangkan terdiri atas tiga panel surya dengan total kapasitas 300 Wp, baterai lithium 12 V 100 Ah, solar charge controller PWM 20 A, inverter 1000 W, serta dashboard monitoring berbasis Ubidots. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tegangan keluaran panel surya berada pada rentang 19,5–20,5 V dengan daya tertinggi mencapai 89,3 W pada pukul 11.00. Tegangan keluaran solar charge controller relatif stabil pada rentang 13,37–13,43 Vdc selama proses pengisian. Pada pengujian baterai saat pelepasan beban, tegangan menurun dari 13,46 Vdc menjadi 13,37 Vdc, diikuti penurunan tegangan AC inverter dari 205 Vac menjadi 198 Vac. Sistem IoT berhasil menampilkan parameter kelistrikan secara real-time, meliputi tegangan, arus, daya, status charging-discharging, dan state of charge baterai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan layak digunakan sebagai solusi catu daya darurat yang portabel, efisien, dan mudah dipantau
Copyrights © 2026