Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya scientific reasoning skills peserta didik dalam pembelajaran sains abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integrasi Human-Centered Design (HCD) dalam model Creative Problem Solving (CPS) terhadap scientific reasoning skills peserta didik pada materi suhu dan kalor. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain non-equivalent control group design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas XI-2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI-1 sebagai kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes scientific reasoning skills berbentuk two-tier multiple choice yang telah divalidasi dan reliabel. Hasil uji prasyarat menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Analisis data dilakukan menggunakan Analysis of Covariance (ANCOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan awal peserta didik relatif sebanding, namun terjadi peningkatan scientific reasoning skills setelah pembelajaran. Rata-rata posttest kelas eksperimen (30,81) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (21,89). Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05) dengan nilai effect size (partial eta squared) sebesar 0,436 yang termasuk kategori besar, sehingga menunjukkan adanya pengaruh yang kuat dari perlakuan yang diberikan. Dengan demikian, integrasi HCD dalam CPS efektif dalam meningkatkan scientific reasoning skills peserta didik. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang mengintegrasikan pendekatan berbasis empati, pemecahan masalah, dan desain solusi dapat digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran fisika yang lebih kontekstual, analitis, dan mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam mengembangkan kemampuan penalaran ilmiah.
Copyrights © 2026