Air merupakan sumber daya vital dalam mendukung kegiatan pertanian, terutama di tengah perubahan iklim dan meningkatnya variabilitas cuaca. Ketersediaan air yang memadai dan berkelanjutan sangat dipengaruhi oleh kinerja sistem irigasi. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan evaluasi melalui pendekatan yang sistematis dan berbasis data untuk menentukan prioritas perbaikan saluran irigasi secara efektif. Penelitian ini dilaksanakan di UPT Curah Malang, Daerah Irigasi Bedadung, Kabupaten Jember, pada bulan Juni hingga Agustus 2025. Penelitian menggunakan pendekatan Multi-Attribute Decision Making (MADM) untuk menentukan prioritas rehabilitasi saluran irigasi. Metode MADM yang diterapkan meliputi Simple Additive Weighting (SAW), Weighted Product (WP), dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Penilaian dilakukan berdasarkan beberapa kriteria, yaitu tingkat kerusakan saluran primer dan tersier, luas wilayah layanan, ketersediaan air, serta dampak terhadap hasil panen. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga metode menghasilkan peringkat yang relatif konsisten dalam menentukan prioritas perbaikan saluran irigasi. Daerah irigasi Sukorejo secara konsisten menempati peringkat pertama pada seluruh metode, diikuti oleh Gumelar pada peringkat kedua. Adapun daerah irigasi Keting berada pada peringkat terakhir pada semua metode, yang menunjukkan tingkat prioritas penanganan yang lebih rendah. Perbedaan hanya ditemukan pada urutan daerah irigasi Paleran dan Gambirono antara metode TOPSIS dan metode lainnya, namun tidak memengaruhi penentuan prioritas utama secara keseluruhan. Konsistensi hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan MADM dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam penyusunan rencana rehabilitasi infrastruktur irigasi yang lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Copyrights © 2026