Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Dorongannya muncul dari proporsi peserta didik yang signifikan yang gagal memenuhi standar kompetensi minimum (KKTP) dan ketidak cukupan model pedagogi yang sesuai yang digunakan oleh para pendidik. Pelaksanaan model inside-outside-circle (IOC) diantisipasi untuk memfasilitasi peningkatan baik dalam proses pembelajaran maupun hasil belajar peserta didik. Pernyataan ini didukung oleh proses dan hasil belajar yang diamati yang tercatat selama Siklus I dan II. Pada fase pra-siklus, skor kelas rata-rata hanya 65,37%, dengan hanya 10 peserta didik yang berhasil menyelesaikan tujuan pembelajaran. Pada sesi awal penelitian, peserta didik mencapai tingkat kinerja 0%, sedangkan Siklus II mencerminkan peningkatan yang signifikan menjadi 74%. Pada pertemuan pertama Siklus II, pencapaian yang luar biasa sebesar 96% tercatat, yang berpuncak pada pencapaian sempurna 100% pada pertemuan berikutnya. Hasil belajar peserta didik pada Siklus I, yang difasilitasi oleh penerapan model lingkaran dalam dan lingkaran luar (IOC), menunjukkan peningkatan yang signifikan sebesar 67%. Pada siklus kedua, persentasenya meningkat menjadi 99%. Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Inside-Outside-Circle (IOC) secara signifikan meningkatkan proses dan hasil belajar peserta didik dalam disiplin matematika.
Copyrights © 2026