Pesatnya perkembangan teknologi keuangan digital melahirkan berbagai layanan dompet elektronik atau e-wallet berbasis syariah yang diklaim sesuai dengan prinsip ekonomi Islam. Namun, sejauh mana nilai-nilai ekonomi Islam benar-benar dieksplorasi, dipahami, dan dihayati oleh pengguna e-wallet syariah di perkotaan masih menjadi pertanyaan penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemaknaan dan pengalaman pengguna e-wallet syariah di perkotaan terhadap nilai-nilai ekonomi Islam seperti keadilan ('adl), transparansi (shidiq), kemaslahatan (maslahah), serta bebas dari riba, gharar, dan maysir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis naratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 12 informan pengguna aktif e-wallet syariah di tiga kota besar (Jakarta, Surabaya, Medan) serta observasi terhadap antarmuka aplikasi dan studi dokumentasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai ekonomi Islam dieksplorasi oleh pengguna dalam tiga pola naratif utama: naratif kepatuhan simbolik, naratif rasionalitas ekonomi, dan naratif kenyamanan pragmatis. Sebagian besar informan lebih menekankan pada aspek bebas riba dan label syariah sebagai faktor pembeda dengan e-wallet konvensional, namun pemahaman terhadap gharar dan maysir dalam transaksi digital masih sangat minim. Kesimpulannya, eksplorasi nilai-nilai ekonomi Islam dalam transaksi digital bersifat fragmentaris dan lebih didorong oleh kebutuhan praktis serta kepercayaan terhadap otoritas kelembagaan dibandingkan pemahaman mendalam. Penelitian ini merekomendasikan perlunya literasi keuangan syariah digital yang lebih kontekstual dan tidak sekadar berbasis label.
Copyrights © 2026