Quarter life crisis merupakan fenomena psikologis yang banyak dialami individu pada masa dewasa awal, terutama mahasiswa tingkat akhir. Kondisi ini ditandai dengan munculnya perasaan bingung, cemas, tidak yakin, tertekan, dan takut terhadap masa depan. Mahasiswa tingkat akhir rentan mengalami quarter life crisis karena menghadapi berbagai tekanan seperti tuntutan menyelesaikan skripsi, lulus tepat waktu, mencari pekerjaan, memenuhi harapan keluarga, serta membandingkan diri dengan teman sebaya. Salah satu faktor yang dinilai dapat membantu mengurangi quarter life crisis adalah dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dukungan sosial dalam menurunkan quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir melalui pendekatan kajian literatur. Sumber data diperoleh dari artikel jurnal nasional dan internasional yang terbit pada tahun 2016–2026 melalui Google Scholar, Sinta, Garuda, dan Scopus. Hasil kajian menunjukkan bahwa dukungan sosial dari keluarga, teman sebaya, pasangan, dan dosen berperan signifikan dalam menurunkan tingkat quarter life crisis mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki dukungan sosial tinggi cenderung mempunyai kepercayaan diri, regulasi emosi, resiliensi, dan optimisme yang lebih baik terhadap masa depan. Dengan demikian, dukungan sosial menjadi salah satu faktor eksternal penting dalam membantu mahasiswa tingkat akhir menghadapi quarter life crisis.
Copyrights © 2026