Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan komunikasi matematis siswa SMP Negeri 1 Tegalrejo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efektivitas strategi active learning tipe Giving Questions and Getting Answers (GQGA) dan tipe Learning Starts with a Question (LSQ) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa sekolah menengah pertama (SMP). Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment kuantitatif dengan populasi 221 siswa kelas VIII yang terbagi dalam tujuh kelas. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik cluster random sampling, dengan 32 siswa kelas VIII A dan 32 siswa kelas VIII B sebagai kelompok eksperimen. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes uraian untuk mengukur kemampuan komunikasi matematis siswa. Instrumen telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data untuk hipotesis 1 dan 2 menggunakan uji proporsi satu pihak. Sedangkan hipotesis 3 menggunakan uji independent sample T-test. Berdasarkan uji hipotesis penelitian didapatkan hasil: (1) kemampuan komunikasi matematis siswa dengan strategi active learning tipe GQGA mencapai ketuntasan klasikal dengan zhitung 1,225 > ztabel -1,64 (2) kemampuan komunikasi matematis siwa dengan strategi active learning tipe LSQ mencapai ketuntasan klasikal dengan zhitung 0,408 > ztabel -1,64; (3) kemampuan komunikasi matematis siswa pada kelas yang menerapkan strategi active learning tipe GQGA lebih baik dibandingkan kelas yang menerapkan strategi active learning tipe LSQ dengan nilai thitung 2,897 > ttabel 2,042. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang menerapkan strategi active learning tipe GQGA lebih baik dibandingkan kemampuan komunikasi matematis siswa yang menerapkan strategi active learning tipe LSQ.
Copyrights © 2026