Abstract: Perilaku merokok di kalangan remaja menjadi ancaman serius bagi kualitas kesehatan dan produktivitas siswa sekolah menengah kejuruan. SMK Negeri 2 Banjarmasin, sebagai institusi pendidikan teknologi dan industri, memiliki risiko paparan asap rokok yang tinggi namun belum memiliki program intervensi kesehatan yang spesifik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi siswa mengenai bahaya rokok melalui penyuluhan "Generasi Muda Bebas Asap Rokok". Metode yang digunakan adalah intervensi edukatif dengan desain one-group pretest-posttest pada 21 siswa perwakilan program keahlian. Pelaksanaan kegiatan meliputi pemaparan materi multimedia, diskusi dialektis, dan evaluasi menggunakan kuesioner tervalidasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman siswa, terutama pada aspek kesehatan mental dan reversibilitas fungsi paru-paru. Pengetahuan tentang dampak fisik yang sebelumnya memiliki rata-rata sedang meningkat menjadi sempurna (100%) pada sesi post-test. Kesimpulannya, intervensi edukatif yang dikaitkan dengan standar kesehatan industri terbukti efektif mengubah paradigma kognitif siswa. Keberhasilan ini menjadi basis penting bagi institusi dalam memperkuat kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) guna mencetak lulusan yang kompeten dan sehat secara fisik. Program ini diharapkan dapat berlanjut melalui pembentukan kader kesehatan remaja secara mandiri di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026