Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara emotional intelligence dan psychological well-being pada karyawan bank. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 67 karyawan yang dipilih melalui teknik insidental sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan Employee Well-Being Scale yang mengacu pada model Carol Ryff untuk mengukur psychological well-being serta Wong & Law Emotional Intelligence Scale yang berlandaskan model John D. Mayer dan Peter Salovey untuk mengukur emotional intelligence. Analisis data dilakukan dengan teknik korelasi Pearson Product Moment menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara emotional intelligence dan psychological well-being (r = 0,892; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan karyawan dalam mengenali, memahami, dan mengelola emosi berkontribusi terhadap terjaganya kesejahteraan psikologis dalam menghadapi tuntutan kerja perbankan. Hasil ini memberikan gambaran bahwa aspek pengelolaan emosi menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan dalam menjaga kondisi psikologis karyawan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa emotional intelligence berperan sebagai sumber daya psikologis penting dalam mendukung psychological well-being karyawan di lingkungan kerja perbankan.
Copyrights © 2026