Abstract: This study aims to analyze the implementation of digital-based curriculum management and the factors influencing its effectiveness in a senior high school and a vocational high school in Bulukumba Regency. A qualitative multi-case study design was employed to gain an in-depth understanding of digital curriculum management practices in two different educational contexts. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and analyzed using Miles and Huberman’s (2014) interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing in a cyclical process. The findings reveal that digital-based curriculum management in both schools has been implemented through four key stages: planning, implementation, evaluation, and supervision. School A demonstrates a more comprehensive and integrated digitalization process, while School B applies it primarily within specific vocational programs. The success of digital curriculum management is influenced by four main factors: transformational school leadership, teachers’ digital literacy and competence, the availability of technological infrastructure, and supportive school policies and culture. The study concludes that effective digital curriculum management depends not only on technological aspects but also on the synergy among leadership, human resources, institutional policies, and an adaptive school culture responsive to educational change. Keywords: curriculum management, digital education, education management Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran manajemen kurikulum berbasis digital dan faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas penerapannya pada salah satu sekolah menengah atas dan kejuruan di Kabupaten Bulukumba. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi kasus agar memperoleh pemahaman mendalam mengenai implementasi manajemen kurikulum digital di dua konteks berbeda. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles & Huberman (2014) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara siklik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum berbasis digital di kedua sekolah telah diimplementasikan melalui empat tahapan utama: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan supervisi. Sekolah A menampilkan penerapan yang lebih komprehensif dan terintegrasi, sementara Sekolah B menerapkan digitalisasi terbatas pada bidang kejuruan tertentu. Faktorfaktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan manajemen kurikulum digital meliputi kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kompetensi dan literasi digital guru, ketersediaan sarana-prasarana teknologi, serta dukungan kebijakan dan budaya organisasi sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan manajemen kurikulum digital tidak hanya bergantung pada aspek teknologi, tetapi juga pada sinergi kepemimpinan, sumber daya manusia, kebijakan, dan budaya sekolah yang adaptif terhadap perubahan. Kata kunci: manajemen kurikulum, digitalisasi pendidikan, manajemen pendidikan
Copyrights © 2025