Keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor kerajinan batik sangat bergantung pada efektivitas pengelolaan sumber daya internal, khususnya modal kerja, tenaga kerja, dan bahan baku. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengukur besaran pengaruh ketiga faktor produksi tersebut baik secara parsial maupun simultan terhadap tingkat penjualan pada Industri Batik Lampung yang berlokasi di wilayah Pesawaran dan Bandar Lampung. Pendekatan kuantitatif kausal digunakan dengan instrumen kuesioner yang disebarkan kepada 20 pemilik usaha batik melalui teknik sampling jenuh; data selanjutnya dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 23. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa secara parsial, modal kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat penjualan (sig. 0,280 > 0,05), dan tenaga kerja pun tidak berpengaruh signifikan (sig. 0,695 > 0,05). Sebaliknya, bahan baku terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat penjualan (sig. 0,002 < 0,05), dengan koefisien regresi sebesar 0,625 tertinggi di antara variabel lainnya. Secara simultan, ketiga variabel bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap tingkat penjualan dengan nilai F hitung 18,963 (sig. 0,000), dan mampu menjelaskan 74,9% variasi penjualan berdasarkan nilai Adjusted R-Square. Temuan ini mengimplikasikan bahwa strategi peningkatan penjualan pada Industri Batik Lampung perlu memprioritaskan pengelolaan kualitas dan ketersediaan bahan baku sebagai pilar utama daya saing produk.
Copyrights © 2026