Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memainkan peran penting dalam mendukung perekonomian lokal, namun masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan modal, kapasitas manajerial yang rendah, dan pemanfaatan digital yang lemah. Studi ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi Kampung Wisata Kue Sejahtera sebagai upaya pemberdayaan ekonomi kreatif di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Wisata Kue Sejahtera telah berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat, meningkatkan produktivitas, dan memperluas kesempatan kerja, terutama di sektor pemerintah, swasta, dan akademisi melalui pelatihan, pendampingan, dan dukungan pemasaran digital. Selain itu, kawasan ini telah bertransformasi menjadi pusat ekonomi produktif dan destinasi wisata edukatif. Namun, beberapa tantangan yang dihadapi adalah inovasi dan ketergantungan pada dukungan eksternal. Kesimpulannya, penguatan kemandirian masyarakat, peningkatan kapasitas digital, dan pengembangan infrastruktur diperlukan untuk memastikan pembangunan ekonomi kreatif yang berkelanjutan. ABSTRAK Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian lokal, namun masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan modal, rendahnya kemampuan manajerial, dan pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi Kampung Wisata Kue Sejahtera sebagai upaya pemberdayaan ekonomi kreatif di Kota Surabaya. Metode yang digunakan adalah melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Wisata Kue Sejahtera mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, produktivitas, serta membuka lapangan pekerjaan, khususnya bagi ibu rumah tangga. Pemberdayaan proses didukung oleh kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan akademisi melalui pelatihan, pendampingan, serta dukungan pemasaran digital. Selain itu, kawasan ini juga mengalami transformasi menjadi pusat ekonomi produktif sekaligus destinasi wisata edukatif. Namun, masih terdapat kendala seperti rendahnya pemerataan literasi digital, kurangnya inovasi produk, dan ketergantungan pada pihak eksternal. Jadi masih diperlukan pemberdayaan kemandirian masyarakat, peningkatan kapasitas digital, seta infrastruktur pembangunan untuk mendukung keberlanjutan ekonomi kreatif.
Copyrights © 2026