Penelitian ini menyimpulkan bahwa coaching perilaku kognitif dalam pelatihan kepemimpinan administrator efektif diterapkan melalui penggunaan metode GROW (Goal, Reality, Options, Will). Optimalisasi metode ini dilakukan melalui konsistensi pelaksanaan, integrasi nilai, serta refleksi diri yang berkelanjutan. Pendekatan ini membantu individu dalam merumuskan tujuan secara jelas, memahami kondisi nyata, mengeksplorasi berbagai alternatif solusi, serta membangun komitmen kuat untuk bertindak, sehingga mendorong perkembangan pribadi dan profesional secara sistematis. Dalam perspektif Al-Qur’an, penerapan metode GROW selaras dengan nilai-nilai Islam, seperti penetapan tujuan yang bernilai ibadah, kesadaran dalam memahami realitas kehidupan, upaya mencari solusi terbaik berdasarkan petunjuk Ilahi, serta komitmen yang tulus dalam bertindak. Integrasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam proses coaching memberikan penguatan makna dan motivasi, sehingga pelatihan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan pencapaian kebahagiaan dunia dan akhirat. Temuan penelitian ini sejalan dengan konsep coaching yang dikembangkan oleh John Whitmore melalui model GROW. Namun demikian, penelitian ini juga mengkritisi pendekatan Michael Bungay Stanier dalam The Coaching Habit yang dinilai belum memberikan panduan teknis yang sistematis, sehingga menyulitkan coachee dalam mengidentifikasi tantangan, meningkatkan kompetensi, dan mencapai tujuan coaching. Oleh karena itu, pelaksanaan coaching perlu disertai dengan proses pembiasaan (self-culture) hingga terbentuk nilai diri (self-value). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode tafsir maudu’i untuk mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an secara tematik dan komprehensif sesuai dengan dinamika permasalahan kontemporer.
Copyrights © 2026