Peternakan sapi perah merupakan sektor peternakan yang menyediakan sumber protein hewani susu sebagai sumber protein hewani. Kesehatan sapi perah, oleh karena itu, perlu menjadi prioritas peternak untuk meningkatkan produksi susu baik secara kualitas maupun kuantitas. Gangguan kesehatan yang dapat menyerang sapi perah dan menimbulkan dampak pada produksi susu yaitu Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan resistensi antibiotik (AMR). Upaya meningkatkan pengetahuan peternak mengenai gangguan penyakit diperlukan untuk melakukan penanganan pada penyakit, salah satunya melalui sosialisasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek dari pengabdian masyarakat melalui edukasi kepada peternak sapi perah untuk meningkatkan pengetahuan peternak mengenai persembuhan luka pada sapi perah yang terinfeksi PMK dan mencegah AMR. Terdapat 25 peternak sapi perah Kelompok Peternak Sapi Perah (KPSP) Sumber Rejeki yang mengikuti sosialisasi, pre-test, dan post-test untuk mengukur kemampuan peternak sebelum dan sesudah sosialisasi. Data kemudian diolah menggunakan Shapiro-Wilk dan Wilcoxon signed rank. Terdapat peningkatan rata-rata nilai dari pre-test dan post-test, yaitu 85.2 menjadi 94.4. Uji normalitas data menggunakan Shapiro-Wilk (p<0.05), uji lanjutan berupa Wilcoxon signed rank test (p<0.05). Terdapat efek sosialisasi terhadap pengetahuan peternak mengenai persembuhan luka dan AMR pada sapi PMK.
Copyrights © 2026