Digitalisasi mendorong pertumbuhan usaha minuman kekinian, namun banyak pelaku usaha masih menghadapi kendala pada pengelolaan keuangan seperti pencatatan transaksi yang tidak konsisten, pencampuran uang usaha dan pribadi, serta belum teridentifikasinya biaya-biaya digital (fee platform, promo, dan transaksi non-tunai) yang memengaruhi margin. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan menerapkan manajemen keuangan efektif pada usaha minuman kekinian berbasis digital di Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Metode pelaksanaan menggunakan pelatihan berbasis praktik (hands-on) yang dipadukan dengan pendampingan implementasi. Sasaran kegiatan adalah 20 pelaku usaha yang memanfaatkan kanal digital dalam pemasaran dan penjualan. Materi meliputi pemisahan keuangan usaha dan pribadi, pencatatan transaksi harian tunai dan non-tunai, pengelompokan biaya operasional termasuk biaya digital, penyusunan rekap pemasukan–pengeluaran, laporan laba-rugi ringkas, serta pengelolaan arus kas sederhana menggunakan format manual maupun template digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perbaikan praktik pengelolaan keuangan mitra berupa meningkatnya kedisiplinan pencatatan transaksi, mulai diterapkannya pemisahan kas usaha dan pribadi, serta meningkatnya kesadaran dan pencatatan biaya digital sehingga margin usaha lebih realistis. Pendampingan membantu mengatasi hambatan implementasi, terutama keterbatasan waktu pencatatan saat jam operasional ramai. Secara keseluruhan, PKM ini memperkuat bukti bahwa pelatihan praktik yang disertai pendampingan efektif mendorong perubahan perilaku pengelolaan keuangan UMKM, khususnya pada usaha minuman kekinian berbasis digital.
Copyrights © 2026