Penelitian ini dilakukan pada UMKM Everyday Coffee di Kota Gorontalo yang bergerak di bidang produksi minuman kopi lokal. Permasalahan utama yang dihadapi adalah tingginya tingkat kecacatan produk, khususnya pada aspek rasa yang tidak konsisten dan penyajian yang kurang menarik, yang berdampak pada penurunan kualitas layanan serta kepuasan pelanggan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, digunakan metode Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 1.235 cangkir kopi yang diproduksi selama empat hari, terdapat 59 unit cacat dengan proporsi terbesar berasal dari rasa tidak konsisten (55,3%) dan penyajian tidak menarik (44,7%). Berdasarkan hasil analisis, solusi perbaikan yang diterapkan meliputi penyusunan SOP resep dan penyajian, pelatihan rutin untuk karyawan, penerapan sistem kerja shift, serta perbaikan manajemen visual dalam penyajian. Penerapan solusi ini bertujuan untuk mengurangi variasi dalam proses produksi dan meningkatkan mutu produk secara berkelanjutan. Kata Kunci : Cacat Produk, DMAIC, Kepuasan Pelanggan, Six Sigma
Copyrights © 2025