Optimalisasi penggunaan energi listrik merupakan langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi operasional di lingkungan bandara. AirNav Indonesia Unit Kertajati menghadapi permasalahan ketidaksesuaian antara pemakaian energi listrik dengan daya langganan, yang menyebabkan rendahnya faktor daya serta munculnya denda daya reaktif dari pihak penyedia listrik. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap meningkatnya biaya operasional dan menurunkan efisiensi sistem kelistrikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsumsi energi listrik serta mencari solusi perbaikan faktor daya agar biaya operasional dapat ditekan. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan dan pengolahan data pemakaian energi, beban listrik, kapasitas trafo, dan nilai faktor daya yang terukur di lapangan. Pembahasan penelitian ini meliputi nilai ukur faktor daya yang diukur sebelum transformator distribusi berbeda nilai yang signifikan dengan hasil pengukuran pada pengukuran kearah beban. Dari hasil pengukuran sebelum transformator nilai cosphi 0.4 dan setelah transformator distribusi yaitu 0.9. Hal ini menggambarkan bahwa perbedaan nilai cos phi disebabkan oleh beban induktif. Beban induktif yang dominan dalam rangkaian ini yaitu transformator 2000 KVA. Kesimpulan dari penelitian ini adalah munculnya beban induktif yang menyebabkan perbedaan nilai cosphi yang signifikan antara input dan output transformator distribusi yang terlalu besar sehingga perlu diturunkan kapasitasnya dari 2000 KVA menjadi 100 KVA.
Copyrights © 2026