Laboratorium patologi anatomi menghasilkan limbah medis padat dan cair dapat membahayakan kesehatan manusia serta mencemari lingkungan apabila tidak dikelola secara tepat. Pengelolaan limbah menjadi aspek penting dalam sistem pelayanan kesehatan yang aman dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengelolaan limbah laboratorium patologi anatomi di Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Bantul dan membandingkannya dengan standar nasional berdasarkan Permenkes Nomor 18 Tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasional. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kepada lima responden yang terdiri dari petugas Ahli Teknologi Laboratorium Medis, petugas kebersihan dan pengawas, serta observasi langsung pada lokasi laboratorium. Data dianalisis secara manual menggunakan metode deskriptif dan dibandingkan dengan ketentuan regulasi nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan pengurangan dan pemilahan, pengangkutan internal serta penyimpanan sementara limbah telah dilakukan sesuai ketentuan. Pengolahan internal belum dilaksanakan secara optimal sesuai dengan metode non-insenerasi yang diarahkan dikarenakan langsung dikirim ke pihak ketiga. Secara keseluruhan, limbah laboratorium ini dikelola dengan baik. Namun, pengolahan internal masih perlu ditingkatkan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sebagian besar aspek pengelolaan limbah telah sesuai regulasi, tetapi pengolahan internal perlu ditingkatkan agar sistem pengolahan limbah lebih komprehensif.
Copyrights © 2026