Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The description of syphilis examination results using the immunochromatography method based on gender and age Nailufar, Yuyun; Akas, Sri Ramadhani E; Fauziah, Anis Putri; Novitawati, Novitawati; Oktavia, Margareta Fety
JHeS (Journal of Health Studies) Vol. 9 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jhes.4392

Abstract

Syphilis is a sexually transmitted infection (STI) caused by the bacterium Treponema pallidum. Syphilis screening can be performed using the immunochromatography method. Puskesmas (Primary Health Center) Gondokusuman II, Yogyakarta Municipality, provides syphilis screening facilities using the immunochromatography method. This study aims to describe the results of syphilis screening using the immunochromatography method. This study employed descriptive quantitative. The sample of this study was the results of syphilis screening from January 2024 to June 2025 using the Slovin formula, and obtained results from 81 respondents. Based on this study, the results of syphilis screening were predominantly male aged 20-25 years (64.2%), compared to females (35.8%). A high percentage was found in men of productive age or adulthood. This age group has a high curiosity, so it tends to encourage trying new things. The high reactive results based on the results of the examination indicate the potential for infection to spread in the population. The conclusion shows that syphilis examinations in January 2024-June 2025 using the immunochromatography method were dominated by male gender aged 20-25 years or productive age and adult age.
Gambaran Pengelolaan Limbah Laboratorium Patologi Anatomi di RSUD Panembahan Senopati Bantul Fauziah, Anis Putri; Rahmawati, Yeni; Nailufar, Yuyun
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.10958

Abstract

Laboratorium patologi anatomi menghasilkan limbah medis padat dan cair dapat membahayakan kesehatan manusia serta mencemari lingkungan apabila tidak dikelola secara tepat. Pengelolaan limbah menjadi aspek penting dalam sistem pelayanan kesehatan yang aman dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengelolaan limbah laboratorium patologi anatomi di Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Bantul dan membandingkannya dengan standar nasional berdasarkan Permenkes Nomor 18 Tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasional. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kepada lima responden yang terdiri dari petugas Ahli Teknologi Laboratorium Medis, petugas kebersihan dan pengawas, serta observasi langsung pada lokasi laboratorium. Data dianalisis secara manual menggunakan metode deskriptif dan dibandingkan dengan ketentuan regulasi nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan pengurangan dan pemilahan, pengangkutan internal serta penyimpanan sementara limbah telah dilakukan sesuai ketentuan. Pengolahan internal belum dilaksanakan secara optimal sesuai dengan metode non-insenerasi yang diarahkan dikarenakan langsung dikirim ke pihak ketiga. Secara keseluruhan, limbah laboratorium ini dikelola dengan baik. Namun, pengolahan internal masih perlu ditingkatkan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sebagian besar aspek pengelolaan limbah telah sesuai regulasi, tetapi pengolahan internal perlu ditingkatkan agar sistem pengolahan limbah lebih komprehensif.