Penelitian ini menguji peran sistem nilai kolektif organisasi sebagai mediator dalam hubungan antara gaya kepemimpinan visioner dan perilaku kerja sukarela (Organizational Citizenship Behavior/OCB) di lingkungan pemerintahan daerah. Studi dilakukan terhadap aparatur sipil negara pada kantor kecamatan di Kabupaten Indragiri Hulu. Pengumpulan data dilakukan melalui survei kuesioner terhadap 64 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa budaya organisasi berperan sebagai mediator parsial dengan tipe complementary mediation. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem nilai bersama tidak hanya menjembatani, tetapi juga memperkuat pengaruh positif kepemimpinan transformasional terhadap kontribusi ekstra-peran aparatur. Secara spesifik, dimensi budaya organisasi seperti kesadaran diri, karakter kolektif, dan orientasi kinerja berfungsi sebagai pemicu utama yang mengubah inspirasi kepemimpinan menjadi aksi nyata berupa perilaku kerja sukarela. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas kepemimpinan transformasional dalam mendorong OCB sangat bergantung pada kekuatan budaya organisasi yang mendasarinya. Oleh karena itu, upaya peningkatan kinerja kelembagaan perlu mempertimbangkan pembangunan budaya organisasi yang kondusif sebagai strategi penguatan yang krusial.
Copyrights © 2026