Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi nilai multikultural berbasis kearifan lokal dalam pendidikan dasar di Kabupaten Majalengka pada era globalisasi. Indonesia sebagai negara multikultural memiliki keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya yang perlu ditanamkan sejak dini melalui pendidikan, khususnya pada jenjang sekolah dasar sebagai fase pembentukan karakter. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang bersumber dari jurnal, buku, dan artikel ilmiah relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Majalengka memiliki potensi kearifan lokal seperti nilai budaya Sunda silih asah, silih asih, silih asuh, tradisi Gaok, dan kesenian Sampyong yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran kontekstual dalam menanamkan nilai toleransi, kerja sama, dan penghargaan terhadap keberagaman. Namun, globalisasi menghadirkan tantangan berupa dominasi budaya global, perkembangan teknologi digital, serta menurunnya minat generasi muda terhadap budaya lokal. Oleh karena itu, diperlukan strategi integrasi melalui pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal, pengintegrasian dalam mata pelajaran, pembiasaan budaya sekolah, serta pemanfaatan media digital edukatif. Dengan demikian, integrasi nilai multikultural berbasis kearifan lokal dalam pendidikan dasar berperan penting dalam membentuk peserta didik yang toleran, berkarakter, dan memiliki kesadaran terhadap identitas budaya lokal di tengah arus globalisasi.
Copyrights © 2026