Adanya kecenderungan rendahnya motivasi belajar pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Singaraja menjadi titik tolak penelitian ini, di mana kondisi tersebut tidak terlepas dari dominasi pola pikir yang irasional, yang kemudian memengaruhi aspek emosi sekaligus perilaku belajar mereka. Pengujian terhadap efektivitas penerapan konseling kognitif behavior yang dikombinasikan dengan teknik restrukturisasi kognitif, dalam konteks peningkatan motivasi belajar siswa, menjadi fokus utama yang mendasari pelaksanaan penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental, yaitu nonequivalent pretest-posttest control group design. Populasi penelitian berjumlah 380 siswa, dengan sampel sebanyak 14 siswa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menggunakan teknik purposive intact group. Intervensi diberikan dalam setting konseling kelompok. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket motivasi belajar yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Perolehan nilai N-Gain pada kelompok eksperimen yang mencapai 0,76 dan tergolong dalam kategori tinggi, serta kontras dengan capaian kelompok kontrol yang hanya berada pada angka 0,01 dengan klasifikasi sangat rendah, menjadi temuan utama yang dihasilkan dalam penelitian ini. Adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok teridentifikasi melalui hasil pengujian hipotesis, yang ditunjukkan oleh nilai Sig. (1-tailed) sebesar 0,0005 yang berada di bawah ambang batas 0,05. Besarnya pengaruh perlakuan yang tergolong kuat turut terkonfirmasi melalui hasil analisis effect size, yang memperlihatkan nilai sebesar 4,009335. Dengan demikian, efektivitas penerapan konseling kognitif behavior yang diintegrasikan dengan teknik restrukturisasi kognitif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII dapat ditegaskan sebagai simpulan utama dari penelitian ini.
Copyrights © 2026