Perkembangan media sosial telah mengubah pola komunikasi antara guru dan siswa, sekaligus memunculkan tantangan etika terkait batasan privasi dan profesionalitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika etika komunikasi guru dan siswa di media sosial melalui perspektif Teori Manajemen Privasi Komunikasi (CPM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui studi pustaka dan analisis isi terhadap literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi di ruang digital cenderung mengaburkan batas antara ranah pribadi dan profesional, sehingga memicu turbulensi privasi ketika aturan tidak dipahami secara bersama. Guru dan siswa berperan sebagai pemilik bersama informasi, sehingga diperlukan koordinasi batas privasi yang jelas. Permasalahan etika seperti oversharing, pelanggaran privasi, dan cyberbullying menjadi tantangan utama. Selain itu, perbedaan literasi digital dan generasi turut memperlebar kesenjangan komunikasi. Penerapan strategi manajemen privasi yang tepat, seperti penetapan batas dan pengelolaan informasi secara bertanggung jawab, menjadi kunci menjaga profesionalitas dan kepercayaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan etika komunikasi digital dalam mendukung interaksi pendidikan yang aman dan konstruktif.
Copyrights © 2026