Karena rendahnya tingkat literasi keuangan di kalangan remaja, yang berpotensi menghambat kemandirian ekonomi mereka di masa depan, kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di SMA PUI Gegesik, yang berfokus pada pelatihan pencatatan keuangan dasar bagi siswa. Tujuan utama pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya pencatatan keuangan, membekali mereka dengan keterampilan untuk membuat catatan pendapatan dan pengeluaran sederhana, dan menumbuhkan kebiasaan mengelola uang saku secara efektif. Metode pelaksanaannya terdiri dari tiga tahap: penyampaian materi pencatatan keuangan dasar, praktik pencatatan pendapatan dan pengeluaran harian, dan diskusi kelompok untuk merefleksikan hasil pencatatan siswa. Kegiatan ini didukung dengan penyediaan format pencatatan sederhana yang dapat digunakan secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang pentingnya pencatatan keuangan dan kesadaran baru dalam mengelola pendapatan dan pengeluaran. Meskipun masih ada tantangan dalam mencapai pencatatan yang konsisten, siswa mulai mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan dan menunjukkan antusiasme untuk melanjutkan praktik pencatatan keuangan. Dampak jangka panjang dari pelatihan ini diharapkan berupa pembentukan kebiasaan manajemen keuangan yang positif, sehingga siswa dapat berkembang menjadi individu yang lebih mandiri dan disiplin, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan ekonomi di masa depan. Kata kunci: Literasi Keuangan, Pemuda, Pengabdian Masyarakat, Pencatatan Keuangan
Copyrights © 2026