Artikel ini mengkaji psikolinguistik pembelajaran bahasa Arab di era neurodidaktik dan kecerdasan buatan (AI) sebagai respons terhadap meningkatnya kompleksitas kognitif, linguistik, afektif, dan teknologi dalam pembelajaran bahasa Arab kontemporer. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kepustakaan konseptual-analitis. Data diperoleh dari literatur ilmiah yang relevan mengenai psikolinguistik, pemerolehan bahasa kedua, morfologi Arab, ortografi Arab, diglosia, faktor afektif, neurodidaktik, dan AI dalam pendidikan bahasa. Analisis dilakukan melalui identifikasi tema, kategorisasi konsep, interpretasi kritis, dan sintesis argumentatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab tidak dapat direduksi menjadi penguasaan struktural semata, karena melibatkan proses mental yang kompleks dalam mengenali bunyi, memproses akar-pola, membaca ortografi Arab, memahami teks tanpa harakat, mengelola kecemasan, serta membangun makna melalui interaksi sosial. Kajian ini juga menunjukkan bahwa neurodidaktik dapat memperkuat desain pembelajaran melalui prinsip multisensorik, penguatan memori, pengurangan beban kognitif, dan pengelolaan emosi belajar. Selain itu, AI berpotensi mendukung personalisasi pembelajaran, umpan balik adaptif, simulasi bahasa, dan analisis kesalahan, tetapi tetap memerlukan validasi pedagogis guru. Artikel ini menegaskan perlunya rekonstruksi pembelajaran bahasa Arab berbasis psikolinguistik, neurodidaktik, dan AI yang humanis, adaptif, dan berbasis bukti ilmiah.
Copyrights © 2024