Penelitian ini membahas dinamika perkembangan tradisi Banten Bebangkit di Pura Desa Sibang Gede, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Fokus penelitian diarahkan pada bentuk, proses persembahan, serta perubahan pelaksanaan tradisi Banten Bebangkit dalam kehidupan masyarakat adat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Banten Bebangkit memiliki makna simbolik sebagai representasi keharmonisan hubungan manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, alam semesta, dan leluhur. Dinamika perkembangan tradisi terlihat melalui perubahan sistem pelaksanaan odalan setelah pandemi Covid-19, terutama pada pengelolaan pendanaan dan frekuensi penggunaan Banten Bebangkit. Tradisi tersebut tetap dipertahankan masyarakat Desa Sibang Gede sebagai bentuk pelestarian budaya dan spiritual Hindu Bali. Keberadaan Banten Bebangkit juga mencerminkan nilai pendidikan religius, solidaritas sosial, dan identitas budaya masyarakat adat Bali.
Copyrights © 2026