Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis kepala sekolah dalam mengembangkan Kurikulum Merdeka di MIN 1 Samarinda. Fokus utama kajian ini adalah bagaimana kepemimpinan instruksional kepala sekolah mampu mengatasi kendala transisi kurikulum dan mengintegrasikan nilai-nilai madrasah ke dalam struktur kurikulum nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan teknik purposive sampling yang melibatkan kepala sekolah, koordinator kurikulum, dan guru kelas sebagai informan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menjalankan peran vital sebagai manajer, edukator, dan inovator melalui tiga strategi utama: penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) yang partisipatif, pelaksanaan supervisi akademik klinis untuk mendampingi penyusunan Modul Ajar, serta fasilitasi integrasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (P2RA). Kepemimpinan transformasional yang diterapkan terbukti mampu meningkatkan kesiapan pedagogis guru dan menciptakan iklim kolaboratif di madrasah. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat madrasah sangat bergantung pada kemampuan adaptif kepala sekolah dalam menjembatani kebijakan nasional dengan karakteristik lokal lembaga pendidikan.
Copyrights © 2026