Perkembangan ekonomi digital telah mendorong pertumbuhan sektor ride-hailing di Indonesia dan menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat melalui sistem kemitraan berbasis platform digital. Namun, di balik fleksibilitas kerja yang ditawarkan, mitra kurir menghadapi berbagai potongan pendapatan yang memengaruhi besarnya take-home pay yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sistem multi-potongan aplikator terhadap pendapatan bersih mitra kurir pada sektor ride-hailing. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif eksplanatori. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 mitra kurir aktif yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Variabel penelitian meliputi potongan komisi aplikator, biaya operasional, dan potongan promosi sebagai variabel independen, serta take-home pay sebagai variabel dependen. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan bruto mitra kurir sebesar Rp250.000 per hari, sedangkan pendapatan bersih yang diterima hanya sekitar Rp120.000 per hari setelah dikurangi berbagai potongan dan biaya operasional. Potongan komisi aplikator menjadi faktor yang paling dominan dalam menurunkan pendapatan bersih mitra. Selain itu, biaya operasional dan potongan promosi juga terbukti berpengaruh negatif terhadap take-home pay. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem multi-potongan dalam platform ride-hailing memiliki dampak signifikan terhadap kesejahteraan mitra kurir sehingga diperlukan transparansi kebijakan, perlindungan pekerja digital, dan sistem kemitraan yang lebih adil dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026