Kajian ini membahas peran Sumatera Thawalib dalam pembaruan pendidikan Islam di Minangkabau pada awal abad ke-20. Dengan menggunakan metode literature review dan pendekatan historis, kajian ini menganalisis proses transformasi sistem surau tradisional menuju lembaga madrasah modern yang terstruktur. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemunculan Sumatera Thawalib tidak dapat dilepaskan dari tiga faktor yang saling terkait, yakni penetrasi kebijakan kolonial Belanda melalui Politik Etis, pengaruh Pan-Islamisme yang dibawa oleh para ulama Minangkabau sepulang dari Haramain, serta gerakan intelektual Kaum Muda yang menghendaki reformasi pendidikan Islam dari dalam. Di bawah kepemimpinan Haji Abdul Karim Amrullah, Sumatera Thawalib berhasil memperkenalkan sistem pembelajaran berkelas, mengintegrasikan ilmu pengetahuan umum ke dalam kurikulum agama, dan meruntuhkan dikotomi lama antara ilmu agama dan ilmu dunia. Pembaruan tersebut tidak hanya mengubah wajah pendidikan Islam di Minangkabau, tetapi juga menginspirasi gerakan serupa di berbagai wilayah Nusantara, menjadikan Sumatera Thawalib sebagai lembaga pionir dalam sejarah pendidikan Islam modern di Indonesia. Prinsip-prinsip progresif yang tertanam dalam lembaga ini masih relevan sebagai pijakan filosofis pengembangan pendidikan Islam yang adaptif dan berbasis teknologi di era kontemporer
Copyrights © 2026