Penelitian ini menganalisis konsep, urgensi, dan dampak digitalisasi pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SD Negeri Tanjung 2 Pademawu, Pamekasan, yang hanya memiliki 115 siswa di wilayah pesisir 3T. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan triangulasi data wawancara semi-terstruktur Kepsek Zainollah (25 April 2026), observasi dashboard ARKAS-SIMUTU, dan dokumen BOS-11A, penelitian menemukan bahwa sistem prioritas "rapor warna" (merah-kuning-hijau) sesuai Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2022 berhasil mengoptimalkan alokasi dana untuk kebutuhan operasional mendesak, pemeliharaan fasilitas cuaca ekstrem, dan pengembangan kompetensi di tengah fix cost tinggi dan keterlambatan pencairan triwulan. Digitalisasi penuh melalui website RKAS, platform Merdeka Mengajar, TV pintar 55 inci, dan monitoring real-time SIMUTU menghasilkan penghematan 25% biaya operasional (Rp500.000/bulan), transparansi via publikasi online dan WhatsApp orang tua, serta peningkatan mutu pendidikan 30% (skor Dimensi E Rapor Pendidikan 65→92). Kepuasan orang tua naik dari 75% menjadi 92% dengan lonjakan pendaftaran siswa baru 78% (18→32 siswa TA 2026/2027), membuktikan model TPACK terintegrasi efektif mengatasi tantangan infrastruktur wilayah terpencil.
Copyrights © 2026